Antusiasme Warga Membludak, Pertunjukan Seni Kuda Lumping Tanggal 19 Juli Berjalan Semarak dan Penuh Aura Mistis
NUSAWUNGU – Pesona kesenian tradisional tak pernah lekang oleh waktu. Pada tanggal 19 Juli lalu, antusiasme warga tampak begitu besar saat menyaksikan pagelaran seni tari tradisional Kuda Lumping yang digelar di tengah pemukiman warga. Pertunjukan yang dilangsungkan di bawah tenda peneduh dan beralaskan karpet merah ini sukses menyedot perhatian penonton dari berbagai kalangan.
Sejak acara dimulai, para penari tampil memukau dalam balutan busana tradisional yang khas. Mereka mengenakan kemeja hitam bermotif bunga, lengkap dengan hiasan kepala atau mahkota, serta selendang berwarna-warni yang mencolok seperti kuning dan merah di area pinggang. Sambil menunggangi replika kuda lumping dari anyaman, para penari bergerak lincah dan dinamis di atas karpet merah, menyajikan atraksi visual yang memanjakan mata penonton.
Daya tarik utama dari pertunjukan Kuda Lumping tentu saja terletak pada unsur magis dan adegan trance (kesurupan) yang selalu dinanti-nantikan. Momen menegangkan ini terlihat ketika salah seorang penari pria tampak tak sadarkan diri dan tergolek menunduk di atas karpet merah. Sontak, seorang sesepuh atau pawang yang mengenakan ikat kepala motif batik turun tangan menghampiri dan memberikan penanganan khusus dari belakang tubuh sang penari.
Kehadiran atraksi magis ini membuat suasana semakin riuh namun tetap khidmat. Masyarakat sekitar, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tampak rela berdesakan berdiri maupun duduk lesehan di batas area pertunjukan demi menyaksikan setiap prosesi budaya ini dari jarak dekat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional seperti Kuda Lumping masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan terus dilestarikan keberadaannya.
